JAYA UTAMA Rental Mobil Sragen

- Jasa AC Mobil & Service -

 

Jalan-jalan wisata di Sragen..?? rental mobil saja, lebih irit, bebas waktu dan bisa kemana-mana dengan leluasa tanpa harus banyak buang waktu di jalan
Kami melayani jasa rental mobil Sragen untuk kawasan Sragen dan sekitarnya. Kamipun juga melayani jasa untuk antar jemput dari dan ke bandara Solo Adi Sucipto, dan juga melayani untuk perjalanan dinas kantor ataupun bisnis saudara. Dengan mobil yang masih baru-baru dan keluaran tahun muda, pengemudi pilihan yang berpengalaman dan bersahabat serta murah senyum, kami selalu berusaha memberikan layanan terbaik untuk Anda. Tersedia paket wisata dalam kota Sragen dan seputar kota Sragen dan Solo
Rental dan Sewa Mobil Sragen dan Solo – Jaya Utama Rent Car menyewakan berbagai jenis mobil untuk berbagai keperluan Anda.

Anda bisa gunakan jasa sewa mobil kami untuk :

  • Jalan-jalan keliling kota Sragen dan kota Solo (City Tour)

  • Perjalanan Dinas Keluar Kota dari Jateng sampai Jabar atau Bali

  • Bertamasya / berwisata

  • Antar jemput bandara Adi Sumarmo Solo

  • Acara Keluarga


Mobil yang kami sewakan : Toyota Avanza - Suzuki APV - Toyota Innova - KIA Pregio - Isuzu ELF

Kami juga mempunyai paket-paket wisata seputar Solo dan Sragen yang menarik.

 

..ayo .. nikmati.. "PROMO" Sukowati...  

Xenia : Rp.300.000  -  Avanza : Rp.350.000

Include BBM dan Pengemudi

 

 

Rental Mobil Sragen   Reparasi & Sparepart AC Mobil

 

Artikel Mengenai Sewa Mobil Sragen

 

Kota Sragen & Solo menjadi kota tujuan libur panjang Natal dan Tahun Baru sejumlah warga Jakarta. Jumlah para penyewa mobil meningkat, terutama untuk tujuan Sragen & Solo dan sekitarnya. Bisnis sewa mobil di Sragen & Solo (Car Rental Sragen & Solo) dan Yogyakarta juga bergairah pada libur akhir tahun ini.
Jumlah penyewa mobil meningkat melebihi angka 200% dibandingkan bulan-bulan biasa. Kebanyakan tujuannya Sragen & Solo dan Karanganyar. Kebanyakan mereka menyewa mobil untuk kurun waktu lima atau tujuh hari sekaligus.
Semua mobil (car rental Sragen & Solo) yang dimiliki para pengusaha rental habis dipesan. Seringkali kami harus mengalihkan calon penyewa ke rekannya penyedia jasa sewa mobil. Ada 5-10 calon penyewa per hari yang saya alihkan beberapa hari terakhir.
Peningkatan sewa mobil Sragen dan Solo mulai terlihat mulai awal bulan Desember. Kebanyakan penyewa mencari jenis mobil berkapasitas besar, seperti Daihatsu Gran Max yang muat hingga 12 orang, Suzuki APV yang muat hingga delapan orang, atau Toyota Avanza yang muat tujuh orang. Kami menetapkan tarif sewa yang bervariatif tergantung tujuan dan durasi waktu sewa yang di kehendaki. Dan rata-rata jasa rental tidak melakukan sewa mobil solo lepas kunci , jadi peket sewa sudah termasuk sopir.
Penyewa umumnya ingin ke Sragen & Solo untuk berwisata ke Tawangmangu, Sarangan, candi cetho, Prambanan, Borobudur, pantai selatan dan lain-lain. Untuk tahun baru, banyak para pelancong menghabiskan waktu di puncak lereng Gunung Lawu.
Pada hari besar dan akhir tahun, meski menetapkan tarif sewa lebih tinggi untuk jenis mobil yang sama, jasa rental mobil Jaya Utama tetap diminati. Itu semua karena faktor moment saja dan bersifat wajar di dunia hukum ekonomi. Sebanyak 20 mobil di rental Jaya Utama habis disewa pelanggan selama tiga sampai lima hari. Sebagian pelanggan bahkan memesan mobil sepekan sebelumnya. Bahkan sampai Tahun Baru, mobil terus dicari.
Namun demikian, kami sengaja mematok tarif tidak terlalu tinggi. Di Yogyakarta, omzet sewa mobil juga melonjak. Sebagian besar penggunanya adalah wisatawan luar daerah seperti Jakarta dan dari luar pulau Jawa. Selain Sragen, Solo dan Karanganyar, Kota Yogyakarta juga menjadi tujuan wisata.. yang dituju adalah Kaliurang, Parangtritis, dan Gunung Merapi

 

Tentang Kabupaten Sragen

Kabupaten ini dikenal dengan sebutan "Bumi Sukowati"[2], nama yang digunakan sejak masa kekuasaan Kerajaan (Kasunanan) Surakarta. Nama Sragen dipakai karena pusat pemerintahan berada di Sragen.
Kawasan Sangiran merupakan tempat ditemukannya fosil manusia purba dan binatang purba, yang sebagian disimpan di Museum Fosil Sangiran.
Sejarah
Hari Jadi Kabupaten Sragen ditetapkan pada tanggal 4 Tahun 1987, yaitu pada hari Selasa Pon, tanggal 27 Mei 1746. tanggal dan waktu tersebut adalah dari hasil penelitian serta kajian pada fakta sejarah, ketika Pangeran Mangkubumi yang kelak menjadi Sri Sultan Hamengku Buwono yang ke- I menancapkan tonggak pertama melakukan perlawanan terhadap Belanda menuju bangsa yang berdaulat dengan membentuk suatu Pemerintahan lokal di Desa Pandak, Karangnongko masuk tlatah Sukowati sebelah timur.
Kronologi dan Prosesi
Pangeran Mangkubumi adik dari Sunan Pakubuwono II di Mataram sangat membenci Kolonialis Belanda. Apalagi setelah Belanda banyak mengintervensi Mataram sebagai Pemerintahan yang berdaulat. Oleh karena itu dengan tekad yang menyala bangsawan muda tersebut lolos dari istana dan menyatakan perang dengan Belanda. Dalam sejarah peperangan tersebut, disebut dengan Perang Mangkubumen ( 1746 - 1757 ). Dalam perjalanan perangnya Pangeran Muda dengan pasukannya dari Keraton bergerak melewati Desa-desa Cemara, Tingkir, Wonosari, Karangsari, Ngerang, Butuh, Guyang. Kemudian melanjutkan perjalanan ke Desa Pandak, Karangnongko masuk tlatah Sukowati.
Di Desa ini Pangeran Mangkubumi membentuk Pemerintahan Pemberontak. Desa Pandak, Karangnongko di jadikan pusat Pemerintahan Projo Sukowati, dan Beliau meresmikan namanya menjadi Pangeran Sukowati serta mengangkat pula beberapa pejabat Pemerintahan.
Karena secara geografis terletak di tepi Jalan Lintas Tentara Kompeni Surakarta – Madiun, pusat Pemerintahan tersebut dianggap kurang aman, maka kemudian sejak tahun 1746 dipindahkan ke Desa Gebang yang terletak disebelah tenggara Desa Pandak Karangnongko.
Sejak itu Pangeran Sukowati memperluas daerah kekuasaannya meliputi Desa Krikilan, Pakis, Jati, Prampalan, Mojoroto, Celep, Jurangjero, Grompol, Kaliwuluh, Jumbleng, Lajersari dan beberapa desa Lain.
Dengan daerah kekuasaan serta pasukan yang semakin besar Pangeran Sukowati terus menerus melakukan perlawanaan kepada Kompeni Belanda bahu membahu dengan saudaranya Raden Mas Said, yang berakhir dengan perjanjian Giyanti pada tahun 1755, yang terkenal dengan Perjanjian Palihan Negari, yaitu kasunanan Surakarta dan Kasultanan Yogyakarta, dimana Pangeran Sukowati menjadi Sultan Hamengku Buwono ke-1 dan perjanjian Salatiga tahun 1757, dimana Raden Mas Said ditetapkan menjadi Adipati Mangkunegara I dengan mendapatkan separuh wilayah Kasunanan Surakarta.
Selanjutnya sejak tanggal 12 Oktober 1840 dengan Surat Keputusan Sunan Paku Buwono VII yaitu serat Angger – angger Gunung, daerah yang lokasinya strategis ditunjuk menjadi Pos Tundan, yaitu tempat untuk menjaga ketertiban dan keamanan Lalu Lintas Barang dan surat serta perbaikan jalan dan jembatan, termasuk salah satunya adalah Pos Tundan Sragen.
Perkembangan selanjutnya sejak tanggal 5 juni 1847 oleh Sunan Paku Buwono VIII dengan persetujuan Residen Surakarta baron de Geer ditambah kekuasaan yaitu melakukan tugas kepolisian dan karenanya disebut Kabupaten Gunung Pulisi Sragen. Kemudian berdasarkan Staatsblaad No 32 Tahun 1854, maka disetiap Kabupaten Gunung Pulisi dibentuk Pengadilan Kabupaten, dimana Bupati Pulisi menjadi Ketua dan dibantu oleh Kliwon, Panewu, Rangga dan Kaum.
Sejak tahun 1869, daerah Kabupaten Pulisi Sragen memiliki 4 ( empat ) Distrik, yaitu Distrik Sragen, Distrik Grompol, Distrik Sambungmacan dan Distrik Majenang.
Selanjutnya sejak Sunan Paku Buwono VIII dan seterusnya diadakan reformasi terus menerus dibidang Pemerintahan, dimana pada akhirnya Kabupaten Gunung Pulisi Sragen disempurnakan menjadi Kabupaten Pangreh Praja. Perubahan ini ditetapkan pada zaman Pemerintahan Paku Buwono X, Rijkblaad No. 23 Tahun 1918, dimana Kabupaten Pangreh Praja sebagai Daerah Otonom yang melaksanakan kekuasaan hukum dan Pemerintahan.
Dan Akhirnya memasuki Zaman Kemerdekaan Pemerintah Republik Indonesia , Kabupaten Pangreh Praja Sragen menjadi Pemerintah Daerah Kabupaten Sragen.
Geografi
Sragen berada di lembah daerah aliran Sungai Bengawan Solo yang mengalir ke arah timur. Sebelah utara berupa perbukitan, bagian dari sistem Pegunungan Kendeng. Sedangkan di selatan berupa pegunungan, lereng dari Gunung Lawu.
Transportasi
Sragen terletak di jalur utama Solo-Surabaya. Kabupaten ini merupakan gerbang utama sebelah timur Provinsi Jawa Tengah, yang berbatasan langsung dengan Provinsi Jawa Timur. Sragen dilintasi jalur kereta api lintas selatan Pulau Jawa (Surabaya-Yogyakarta-Jakarta) dengan stasiun terbesarnya Sragen, serta lintas Gundih-Solo Balapan dengan stasiun terbesarnya Gemolong.

 

Selamat Datang

di Sragen

Hubungi Kami :

JAYATAMA

- Sragen Car Rental -

Reparasi & Sparepart AC Mobil

Perum Gumpang Baru

Jl. Flamboyan B.10

Kartasura - Jateng

Phone:

0271-2171160

085647496060

pin BB: 29A1CAA5

( Priyanto Dwi Utomo )

 

YM Chatting dan Email :

jayatama.rentcar@yahoo.com

 

 

Lets Go Green

Jasa Rental Mobil di Boyolali
Jasa Rental Mobil di Delanggu
Jasa Rental Mobil di Kartosuro
Jasa Rental Mobil di Karanganyar
Jasa Rental Mobil di Klaten
Jasa Rental Mobil di Sragen
Jasa Rental Mobil di Salatiga
Jasa Rental Mobil di Wonogiri

Jasa Rental Mobil di Sukoharjo